TIMESINDONESIA JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) sangat mengapresiasi para siswa berprestasi yang telah mendapatkan bantuan dan binaan dari Program Keluarga Harapan (PKH). - Kementerian Sosial (Kemensos) sangat mengapresiasi para siswa berprestasi yang telah mendapatkan bantuan dan binaan dari Program Keluarga Harapan (PKH).
2 Juli - 15 September 2022), UICI akan membuka Jalur Khusus untuk Para Siswa Berprestasi, Hafidz dan Hafidzah yang bebas biaya UKT dan/atau dengan biaya UKT yg sangat ringan. ️ PMB Jalur Khusus ini merupakan wujud nyata dedikasi Keluarga Besar HMI-KAHMI dalam melahirkan talenta-talenta digital untuk kemajuan serta kejayaan umat, bangsa dan
UPAYAMENINGKATKAN PEMAHAMAN DAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) BAGI SISWA SEKOLAH DASAR Yani Sundarsih Jurnal Ilmu Pendidikan Ahlussunnah Vol 3 No 2 (2020): JIPA : Jurnal Ilmu Pendidikan Ahlussunnah Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STKIP Ahlussunnah
MembanggakanSiswa Indonesia Raih Prestasi Di Ajang Olimpiade Sains Internasional Halaman All Kompas Com . DetikNews Selasa 14 Mei 2019 1520 WIB Kata Guru tentang Hafidh Siswa SMAN 4 Solo Peraih Nilai UN Sempurna. Artikel majalah tentang siswa berprestasi di sekolah. Belajar dari rumah atau di manapun tetap dijadikan motivasi untuk berprestasi.
Bagisiswa yang sudah menerima beasiswa pemerintah ataupun swasta diperbolahkan untuk mendaftar. Warga Negara Indonesia. 2. Siswa/i aktif SMP, SMA/SMK/MA/Sederajat, Mahasiswa Saya sangat berterimakasih kepada Prestasi kita karena telah membuka peluang banyak orang untuk berkarya. Harapan saya kedepan adalah jangan pernah berhenti
Merupakansuatu kebanggaan bagi kita semua bahwa berbagai prestasi dunia telah dicapai beberapa siswa Indonesia di kancah internasional, seperti dalam berbagai Olimpiade, baik matematika, fisika, maupun biologi, dan lomba-lomba lainnya.
. Karya poster Nila menyerukan tema "Jangan Biarkan Mereka Terlalu Lama Tidur di Jalan"Jakarta ANTARA - Siswa Indonesia asal SMAN 68 Jakarta, Nila Eleora Putri Sianturi meraih prestasi di ajang festival seni internasional yakni 21st International High Schools Arts Festival. Pelaksana tugas Kepala Pusat Prestasi Nasional Kapuspresnas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kemdikbud Asep Sukmayadi mengatakan Indonesia merasa terhormat dapat mengikuti ajang festival internasional tersebut. "Selain di bidang sains, kita harus mengembangkan bidang lainnya seperti seni budaya dan olahraga sesuai dengan prinsip olah pikir, olah rasa, olah hati, dan olahraga," ujar Asep dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA, Jakarta, Rabu. Baca juga Siswa Indonesia raih prestasi pada Kejuaraan Debat Pelajar Dunia 2020 Nila merupakan peraih medali emas Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional FLS2N tahun 2019 untuk bidang poster kategori putri. Perhelatan 21st International High Schools Arts Festival dilaksanakan dari tanggal 5 -16 Agustus 2020 di Tokyo, Jepang. Kegiatan itu diselenggarakan oleh International Foundation for Arts and Culture IFAC. Baca juga Menteri LHK paparkan prestasi Indonesia dalam REDD+ Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kreativitas di bidang seni, khususnya poster dan lukisan serta menambah pengalaman seni dan budaya bagi para siswa pendidikan menengah lintas negara. Asep menuturkan kegiatan IFAC harus dipandang bukan hanya sebagai kesempatan berharga untuk memperkuat hubungan persahabatan, memperluas jaringan, melainkan juga untuk memajukan kerja sama global dalam pembangunan pendidikan, seni dan budaya dunia yang berkualitas dan berkelanjutan. Festival yang diselenggarakan oleh pihak IFAC itu diikuti oleh 18 negara untuk kategori poster dan lukisan. Selain kategori tersebut, ada juga kategori untuk seni dan budaya Jepang. Pada kategori poster dan lukisan, setiap negara mengirim maksimal empat nominasi karya terbaik kepada IFAC untuk kemudian dipilih satu pemenang dari setiap negara untuk hadir pada acara penganugerahan pemenang. Mempertimbangkan kondisi pandemi COVID-19 saat ini, IFAC menyelenggarakan acara penganugerahan karya seni melalui siaran langsung di kanal YouTube. Empat nominasi karya terbaik yang dikirim adalah merupakan pemenang dari kegiatan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional FLS2N tahun 2019 yang diselenggarakan di Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung pada bidang poster kategori putra dan putri. Baca juga Andhika Sudharman, cetak sejarah Indonesia di Harvard Law Upacara penganugerahan medali kepada peserta IFAC diadakan pada tanggal 5 Agustus 2020 pukul sampai dengan waktu jepang melalui YouTube dan laman "Saya sangat bangga bisa mewakili Indonesia dalam festival ini, apalagi ajang ini diikuti oleh berbagai negara dari beberapa benua. Walaupun kita masih dalam masa pandemi COVID-19, tetapi saya sangat senang masih bisa memiliki kesempatan untuk berprestasi dari rumah dan bisa membawa nama sekolah dan provinsi saya, apalagi mewakili Indonesia," ujar Nila. Acara puncak yang dinantikan adalah pemberian penghargaan medali untuk para pemenang. Masing-masing pemenang dari berbagai negara memberikan pidato selama kurang lebih satu menit untuk menjelaskan makna dari karya mereka. Karya poster Nila menyerukan tema "Jangan Biarkan Mereka Terlalu Lama Tidur di Jalan" Don’t Let Them Lay on the Streets for Too Long. Tema tersebut memberikan makna bahwa masalah terbesar di masyarakat adalah anak jalanan, anak-anak yang miskin dan tidak memiliki rumah serta hidup di jalanan. "Mereka harus mengemis, mengamen, bekerja, atau mencuri untuk bertahan hidup. Banyak anak jalanan yang tidak dapat menerima pendidikan yang layak karena keadaan ekonomi yang buruk. Bahkan, mereka sering menjadi korban pelecehan dan eksploitasi. Hingga yang tertindas terlindas. Itulah yang saya pikirkan ketika membuat konsep poster ini," tutur Nila. Nila mengatakan anak jalanan memerlukan perhatian bukan hanya dari pemerintah, tetapi juga dari semua pihak. Mereka membutuhkan simpati dan berhak mendapatkannya tetapi banyak orang yang masih tidak peduli dan mengabaikan mereka. Oleh karena itu, sudah saatnya masyarakat lebih peduli terhadap anak jalanan dan masa depan Martha Herlinawati SEditor Ganet Dirgantara COPYRIGHT © ANTARA 2020
Sumber image Pandemi merenggut seakan banyak kesempatan para pelajar dan mahasiswa. Aktivitas sosialisasi dan diskusi tatap muka yang menjadi ciri khas civitas academica harus ditahan untuk sementara. Begitu pula suasana belajar di kelas nyaris tak mungkin dilakukan, selama pandemi belum juga teknologi digital memberikan solusi, tetap saja aktivitas belajar secara daring belum dapat seutuhnya menggantikan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Bahkan, belajar yang sudah lebih setahun dilakukan secara daring malah memunculkan masalah baru berupa kesehatan mental yang yang dilakukan oleh Matthew dan sejumlah peneliti lain di Clemson University South of Carolina via mendapati temuan sejumlah mahasiswa menghadapi penurunan motivasi belajar, kecemasan, stres, hingga gejala depresi. Apakah itu artinya berprestasi sangat sulit selama pandemi? Oh, tidak juga! Beberapa tips berikut akan membantumu hadapi peliknya belajar di masa pandemi agar tetap Smartphone dari JangkauanKalau belajar daringmu menggunakan laptop, jauhkan smartphone dari jangkauan. Manfaatkan waktu seoptimal mungkin untuk belajar, bersosialisasi, berdikusi dengan guru atau dosen serta teman-teman. Anggaplah ini belajar di kelas, hanya berbeda medium saja. Kalau kamu banyak bermain smartphone saat belajar, yakin deh, kamu bakal banyak terkena distraksi. Entah itu pengen main media sosial, chat gebetan, hingga game online. Kalau sudah begini, mana bisa berprestasi, yekan?Maksimalkan Gawai dengan Segala AplikasinyaSama dengan pelajar dan mahasiswa yang menggunakan laptop, belajar daring lewat smartphone juga harus fokus. Kamu bahkan harus benar-benar memaksimalkan gawai sebagai “jendela pengetahuan” untuk mendukungmu berprestasi. Sesekali menggunakannya untuk hiburan boleh. Namun, jauh lebih baik kamu memanfaatkan aplikasi pengetahuan yang dapat mendukungmu berprestasi seperti Rumah Belajar, Kipin School Meja Kita, Google for Education, Brainly Indonesia, Quipper School, hingga Quora. Dengan wawasan yang tidak hanya kamu dapatkan di ruang kelas daring, potensi untuk kamu berprestasi bakal lebih Prestasi Lewat Lomba-lombaSisi positif era digital adalah informasi jadi semakin mudah didapatkan. Lomba-lomba yang berkaitan dengan pendidikan serta beasiswa bisa kita cari lewat mesin pencarian, akun-akun resmi media sosial lembaga pendidikan, dan sebagainya. Bahkan, lomba-lomba banyak yang diselengarakan secara daring, sebagai contoh UNESCO Clubs 2021 Worldwide Youth Multimedia Competition, Festival Kewirausahaan dan Inovasi Siswa Indonesia FIKSI, Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia KDMI 2021, Lomba Keterampilan Siswa Nasional Peserta Didik Berkebutuhan Khusus 2021, dan Tarung Puisi Lomba Menulis Puisi Tingkat peluang prestasi lewat lomba-lomba ini sangat bermanfaat. Kamu akan lebih termotivasi untuk belajar, dapat teman-teman baru, pengalaman yang berharga, meningkatkan soft skill, dan kalau menang bisa dapat hadiah. Seru banget, kan?Belajar daring yang sebagian besar dilakukan di rumah tidak akan sukses tanpa dukungan sekitar. Dalam hal ini keluarga yang dapat menjadi salah satu kunci seorang pelajar atau mahasiswa bisa berprestasi. Intinya, minta dukungan orangtua agar kegiatan belajar di rumah kondusif, tepat waktu, cukup nutrisi dan kuota sebagai pelajar dan mahasiswa pun tidak perlu sungkan meminta dukungan kepada dosen atau pengajar. Contohnya, terkait informasi lomba dan beasiswa, pelatihan soft skill, atau saat mengalami kesulitan belajar hingga ketika memerlukan referensi penunjang belajar yang dapat mendukungmu belajar tatap muka maupun daring memiliki tantangannya sendiri-sendiri. Hal yang paling penting untuk dilakukan agar tetap berprestasi selama pandemi adalah kemampuan beradaptasi. Memang tidak mudah menghadapi perubahan yang cepat dan mendadak. Namun, dengan tekad yang kuat dan dukungan orang-orang terdekat plus beradaptasi, kamu pasti dapat menjalani aktvitas belajar daring dengan baik. Dan tentunya berprestasi!
› Pelajar Indonesia didukung untuk berprestasi di berbagai kompetisi keilmuan internasional ataupun kewirausahaan. Di tengah pandemi Covid-19, pelajar Indonesia tetap mampu mengharumkan nama bangsa. Oleh ESTER LINCE NAPITUPULU 5 menit baca DOKUMENTASI KEMENDIKBUDRISTEKTim Olimpiade Fisika Indonesia mencatatkan prestasi di Olimpiade Fisika Internasional International Physics Olympiad/IPhO yang digelar pada 10-17 Juli 2022 di Zurich, KOMPAS — Dukungan bagi pelajar Indonesia untuk mengikuti berbagai kompetisi keilmuan di tingkat internasional membuahkan hasil. Di tengah keterbatasan pembinaan tatap muka, sejumlah pelajar Indonesia tetap mampu mengharumkan nama bangsa di ajang olimpiade fisika, matematika, serta biologi ajang International Mathematical Olympiad IMO ke-63, tim Olimpiade Matematika Indonesia berhasil meraih 1 medali perak, 4 medali perunggu, dan 1 penghargaan honourable mention di Oslo, Norwegia. Acara olimpiade sains tertua dan terbesar di dunia ini ditujukan bagi siswa SMA dan diikuti oleh 589 siswa dari 104 negara. Sementara itu, tim Olimpiade Fisika Indonesia mencatatkan prestasi di Olimpiade Fisika Internasional International Physics Olympiad/IPhO yang digelar pada 10-17 Juli 2022 di Zurich, Swiss. Lima peserta olimpiade asal Indonesia berhasil meraih 1 medali emas, 3 medali perak, dan 1 medali perunggu. Acara IPhO ke-52 ini berlangsung secara daring dan diikuti oleh 368 siswa yang merupakan perwakilan dari 75 di ajang Olimpiade Biologi Internasional, pelajar Indonesia berhasil meraih 2 medali emas dan 2 medali perunggu. International Biology Olympiad IBO ke-33 tahun 2022 yang untuk pertama kalinya diselenggarakan secara luring dilaksanakan di Yerevan, dan pelatihan secara offline sangat penting bagi tim matematika karena para yunior bisa melakukan diskusi mendalam dengan Tugas Kepala Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek Asep Sukmayadi, Selasa 19/7/2022, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian para pelajar Indonesia ini. Meskipun ada keterbatasan kuantitas pembinaan akibat pandemi Covid-19, pelajar Indonesia tetap mampu berprestasi.”Hasil yang dicapai oleh siswa-siswa Indonesia dengan mendapatkan medali emas, perak, perunggu, ataupun honourable mention merupakan prestasi yang luar biasa di tengah berbagai keterbasan yang dialami dalam sistem pembinaan tim di masa pandemi ini. Kita yakin prestasi ini akan terus menjadi inspirasi keunggulan anak-anak Indonesia dan harapan masa depan bangsa,” ujar juga Siswa Brilian Raih Prestasi InternasionalDi Olimpiade Matematika Internasional, medali perak diraih Rafael Kristoforus Yanto SMAK Penabur Gading Serpong. Lalu, empat medali perunggu masing-masing diraih Sandy Kristian Waluyo SMAK Penabur Cirebon, Maulana Satya Adigama SMA Taruna Nusantara, Magelang, Evelyn Lianto SMAK Mawar Sharon, Surabaya, dan Vanya Priscillia SMAK Petra 2, Surabaya. Adapun penghargaan honourable mentiondiraih oleh Andrew Daniel Janong SMAK 5 Penabur Jakarta.Prestasi di Olimpiade Fisika Internasional dipersembahkan Jonathan Tjandra SMAK Calvin, Kemayoran, DKI Jakarta yang meraih medali emas, John Howard Wijaya SMA Darma Yudha Pekanbaru, Riau; perak, Berwyn SMAK BPK Penabur Jakarta Barat; perak, David Michael Indraputra SMAK BPK Penabur Gading Serpong, Kabupaten Tangerang; perak, serta Althaaf Syaikha Nuhaad SMA Kesatuan Bangsa, Bantul, Yogyakarta; perunggu.Adapun di Olimpiade Biologi Internasional, medali emas berhasil diraih oleh Gregorius Tendi SMA Santo Yakobus, DKI Jakarta dan Michael Purnama SMAK St Louis 1 Surabaya. Medali perunggu diraih Sherly Anastasia SMAK Petra 1 Surabaya dan Jefferson Filbert Tjoenardi SMAK Petra 2 Surabaya.PembinaanKoordinator juri matematika Aleams Barra bersyukur dan mengapresiasi hasil kerja keras peserta olimpiade dan semua pihak yang telah mendukung timnya. Pembinaan ke depan diharapkan bisa kembali dilakukan secara luring.”Pembinaan dan pelatihan secara offline sangat penting bagi tim matematika karena para yunior bisa melakukan diskusi mendalam dengan seniornya. Diskusi online selama ini menjadi tantangan tersendiri karena ilmu dari kakak-kakaknya yang mengikuti kompetisi sebelumnya tidak sepenuhnya turun ke adik-adiknya,” tutur KEMDIKBUDRISTEK Tim Olimpiade Matematika Indonesia berhasil meraih 1 medali perak, 4 medali perunggu, dan 1 honourable mention di ajang International Mathematical Olympiad IMO ke-63 tahun 2022 di Oslo, mengatakan, aktivitas pembinaan selama ini lebih banyak berupa diskusi sesama peserta olimpiade. Para peserta lintas generasi turut berdiskusi bersama mengerjakan soal. Sementara para pengajar bertindak sebagai fasilitator yang mengarahkan peserta dan memberi beragam materi dasar. Namun, pandemi Covid-19 membuat frekuensi diskusi yang dapat mereka lakukan secara luring dalam masa persiapan menjadi sangat minim.”Sebelum pandemi, pembinaan dapat berlangsung selama empat minggu. Namun, sekarang kami hanya bertemu maksimal 15 hari dan semuanya online. Beruntung, sebelum berangkat, kami bertemu secara langsung selama tiga hari,” untuk pelajar Indonesia berprestasi juga datang dari dunia usaha. Salah satunya dari FedEx Express, anak perusahaan FedEx Corp, perusahaan transportasi ekspres dunia. Melalui program FedEx Express/Junior Achievement International Trade Challenge FedEx/JA ITC, pelajar SMA dipupuk jiwa kewirausahaan dan keterampilannya serta diperkenalkan pada dasar-dasar perdagangan tahun ini, enam calon wirausaha muda dari sejumlah SMA akan mewakili Indonesia di kompetisi tingkat Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika AMEA. Mereka akan berkolaborasi dan bersaing dengan pelajar dari sembilan pasar AMEA lainnya, yakni Hong Kong, India, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan FIRDAUS Muhadjir Effendy, saat itu sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kini Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, berbincang dengan seorang siswi saat mengunjungi pameran Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia 2018, Rabu 3/10/2018, di salah satu pusat perbelanjaan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa pelajar yang akan maju ke babak final di AMEA FedEx/JA ITC itu adalah tim We Care Indonesia dari SMAN 3 Semarang Fauzanda Lathifanka Sunarko dan Chandrakanti La Faini Putri dengan produk minyak Tarantula, obat gosok khas Indonesia dengan bahan dasar minyak asiri dan jamu tradisional untuk meredakan pegal linu. Lalu, tim B-Earthy dari Binus School Serpong Felicia Olyviana dan Vala Kalinda Salsabila dengan produk Kh-dei, bumbu nasi nabati yang mengandung vitamin harian yang Leemors Team dari SMAN 1 Krian, Sidoarjo, Jawa Timur. Tim yang terdiri dari Nadyta Khansa Mahadewi Riawan dan Anastasya Larasati Putri Yuwono membawa produk MouMou Spray, semprotan pengusir nyamuk dengan aroma juga Semangat Meneliti bagi Pelajar Didorong lewat Kompetisi”Saya bangga dapat menyaksikan sekelompok pelajar muda cemerlang yang telah menunjukkan kreativitas, kecerdikan, dan energi mereka dalam menjawab tantangan dunia nyata di era new normal ini,” kata Managing Director FedEx Express Indonesia Garrick mengatakan, para pemenang akan dikelompokkan secara acak ke dalam tim yang berisi peserta dari negara berbeda. Hal ini untuk mempromosikan pembelajaran lintas budaya. Selain itu, hal tersebut diharapkan dapat mendorong pemikiran kolaboratif dan mendorong para peserta mendapatkan beragam pengetahuan serta pengalaman lokal ke panggung AMEA.
siswa indonesia sangat berprestasi